Apa yang ayahmu lakukan sampai kamu terharu dan meneteskan air mata?

Melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

Papah seorang wirausaha, ia punya bengkel knalpot mobil di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan. Bengkel itu bukan sepenuhnya miliknya, melainkan joinan dengan orang lain. Pendapatan papah sekarang bisa mencukupi sandang pangan papan keluarga dan membiayai kuliah saya. Bahkan bisa memberikan cucunya uang 200/300 ribu setiap minggunya.

Saya ingat dulu betapa susahnya ekonomi keluarga kami. Papa sering sekali berpindah bengkel dan bermitra dengan berbagai jenis orang. Pinjam uang ke tetangga. Sekarang puji syukur kami sudah tidak punya utang sama sekali.

Dulu hampir setiap subuh saya mendengar papah dan mamah bertengkar karena kondisi ekonomi. Papah tidak sanggup membayar uang sekolah kakak. Sampai akhirnya kakak lulus dan ijazahnya belum bisa diambil.

Akhirnya, kakak kerja sebagai SPG di departement store dan menebus sendiri ijazahnya. Setiap hari papah antar jemput kakak. Saya ingat sekali kadanh saya ikut menjemput kakak. Menaiki motor mio tua yang masih digunakannya sampai sekarang.

Walau kadang saya tidak mengerti mengapa papah belum sukses juga padahal sudah berwirausaha lebih dari 30 tahun. Papah juga sudah mencoba membuka bengkel AC Mobil bersama temannya. Tapi sepertinya bengkel yang didirikannya itu tidak berjalan lancar.

Saat saya bertanya begitu, dia hanya menjawab “modalnya”. Sekarang papah sedang mengumpulkan modal untuk membuka bengkel knalpot sendiri. Punya bengkel sendiri adalah impiannya sejak dulu. Tapi saya tidak tahu apakah ia akan berhasil mewujudkan impiannya itu mengingat umurnya yang sudah kepala 5. Semoga saja bisa yaTuhah.

Saat saya berangkat ke kampus melewati bengkel knalpot papah, kadang saya melihat ia sedang tengkurap mengelas knalpot mobil. Saya menangis.

Walau papah bukanlah orang tua yang cukup baik. Tetapi papah tulus dengan kami. Terima kasih pah. Aku akan gunakan setiap apapun yang papah berikan dengan sebaik-baiknya.

Nggak bisa jadi orang kaya gapapa, asal kamu bisa bermanfaat bagi orang sekitar.

Kata-kata yang pernah terucap dari papah untuk saya.

Saya nggak nemu terbarunya, maklum, dia itu mahluk paling tidak narsis sejagat.

Tulisan ini telah terbit sebelumnya di Apa yang ayahmu lakukan sampai kamu terharu dan meneteskan air mata? oleh A. R. Mahendra

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *