Posts by Aji Reza Mahendra

Susah Gampang Menggambar di Adobe Ilustrator

Karena liburan semester telah tiba lagi, dan menunggu blog utama yang tak kunjung mendapat kabar dari google adsense, akhirnya gua memutuskan untuk belajar sedikit desain grafik (sembari nunggu selesai download GTA V xixixi). Bermodalakan tutorial di Youtube, gua udah mulai memahami fungsi-fungsi menu dan alat yang ada di toolbar pada AI.

Untuk retangle seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan segi lainnya udah lumayan lah. Tapi biasanya alat yang paling sering digunakan oleh desainer grafik itu pen tool. Kalo kata tutor yang ada di Youtube yang gua tonton, pen tool itu gampang dalam prinsip (keliatannya gampang) tapi pengaplikasiannya susah. Yang terpenting latihan aja terus, coba gambar dari yang gambar yang udah ada yang sekiranya mudah dan ringan.

Nah, gambar yang pertama gua ciptakan menggunakan ai adalah es krim. Bener-bener gampang banget buat gambar es krim di ai itu. Cuma modal 4 persegi dan 1 lingkaran, ditambah 3 warna dasar, coklat untuk stik es krim dan warna biru mudah dan biru tua untuk es krimnya sendiri.

Begitu lah kira-kira kerangkanya.

Yang kedua gua gambar logo Instagram. Gambar ini pure ikut tutorial, bukan pemikiran gua sendiri.

Setelah cukup paham tentang retangle dan fungsi dasar pathfinder. Gua langsung belajar pen tool. Tool yang amat paling penting dan sering digunakan. And..

Karena udah pernah juga belajar Adobe Photoshop waktu SMK, jadi nggak kaget sih sama mekanismenya. Bener-bener nggak ada bedanya pen tool dari dulu sampe sekarang. Yaa walau sekarang agak kaku sih.

Jadi itu lah kegiatan yang gua lakukan di kala gabut dan libur. Selain belajar gambar, gua juga lagi ikut kelas tanpa batas Tempo Institute tentang Jurnalisme Investigasi. Sebenernya mau cari kerja di luar, tapi keadaannya lagi begini.

Sehat selalu semua!

(N)egoisasi: Kuasa Buta

Ps: Tulisan ini adalah sebuah metafora.

Kenapa ya orang-orang bisa melupakan hak orang lain demi kepentingan diri sendiri dengan mudahnya. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan, kita diberikan banyak sekali kesitimewaan, salah satunya berpikir. Kita juga makhluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Tapi jika hal itu disalahkangunakan, apa yang akan terjadi?

Barusan gua berpikir beberapa skenario yang paling menggambarkan hal ini. Contoh yang paling mendekati adalah sifat bossy (yang merugikan orang lain). Sifat bossy yang paling sering gua jumpai dimanapun itu adalah atasan yang memperlakukan bawahannya seenaknya.

Jadi, mentang-mentang bawahan itu membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, si atasan ini berlaku semena-mena kepadanya. Padahal juga, tanpa bawahan, manajemen si atasan juga nggak akan jalan. Tapi namanya juga manusia, selalu ada titik lengah yang bisa membuat kita terus-terusan bertahan. Walau rasanya ingin sekali kabur, tapi rasa takut itu mengalahkan keinginan tersebut.

Bisa bayangin nggak sih kalo kita berada di posisi seperti itu (menjadi bawahan atasan yang bossy). Yang bisa kita lakukan hanyalah bertahan demi memenuhi kebutuhan. Saat ingin keluar, ketakutan-ketakutan — seperti takut dibilang lepas tanggung jawab, takut susah mencari pekerjaan baru, dan takut lainnya — menghantui kita dan memaksa kita untuk bertahan.

Ketakutan itu mengancam dan menyiksa layaknya teror.