Dua minggu semenjak divonis positif Covid-19 sudah berlalu. Sekarang adalah hari ke 16 sejak hari itu, yang mana pada hari ini saya melakukan rapid test untuk mengecek apakah virus yang ada di tubuh ini masih reaktif. Tapi bukan itu yang saya ceritakan, melainkan apa yang saya lakukan selama dua minggu karantina mandiri.

Saya benar-benar tidak keluar rumah, keluar hanya untuk berjemur dan olahraga sedikit di pagi hari, walau lebih sering cuacanya mendung. Untuk menjemur handuk setelah mandi, yang digantung jauh dari jemuran lainnya. Makan disediakan oleh my beloved mom. Tiap sehabis makan, saya langsung cuci piringnya dan taruh di tempat di mana semua piring itu kusus untuk saya, begitu juga gelas.

Pakaian yang saya kenakan selama dua minggu dicuci secara terpisah dan ditaruh di kasur tempat saya tidur. Kasur saya memang cukup luas, sehingga tidak ada meja dan kursi di kamar, semuanya dilakukan di kasur. Namun ada ruang tersendiri di kasur untuk saya tidur.

Setiap hari saya latihan mencium (mengendus) bau-bauan, minyak wangi, deodoran, fresh care, dan semua yang baunya menyengat enak. Bukan yang tidak enak, siapa yang mau mencium bau tidak enak?

Seminggu pertama, saya benar-benar tidak produktif. Karena memang kondisinya lumayan… aneh? Makan tidak enak, penciuman tidak bisa. Rasa asin menjadi pahit, dan masam rasanya aneh sekali, saya hanya dapat mengecap rasa manis. Semua itu menjalar ke otak dan membuat mood saya berantakan, ditambah batuk yang kadang-kadang tidak reda dan pusing tiba-tiba.

Namun agenda UKM kampus tetap jalan, walau sambil batuk-batuk dan setengah niat untuk saya jalani. Begitu juga pekerjaan saya mengajar eskul di sekolah lama saya yang dilakukan secara daring. Saya bolak-balik minum air putih untuk meredakan batuk saat sedang berbicara. Kalau sedang diam, ya tidak batuk.

Minggu pertama telah dilalui, hari-hari seperti biasa, berjemur di pagi hari dan seharian di kamar. Main game, baca apa saja yang bisa dibaca, kecuali buku, entah mengapa aneh rasanya otak ini saat mata tidak mengenai cahaya saat membaca. Pantulan cahaya buku rasanya tidak cukup. Namun buku wajib dibaca setiap hari minimal 15 halaman.

Kesimpulannya, mengidap Covid-19 itu tidak enak, saya hidup menggunakan indera penciuman dan perasa, dan saat 2 minggu pertama, itu semua tidak ada, jadi menjalar ke segala kegiatan, ditambah batuk kering. Rasanya tidak enak sekali, lagi pula sakit memang tidak enak.

Kondisi sekarang? Rapid test menunjukan garis IgC pekat dan IgG sedikit kabur. IgM menandakan, virus masih ada di tubuh saya, namun saya anti bodi sudah terbentuk, yang mana virus tersebut ya masih ada, lain waktu akan kambuh jika saya tidak menjaga kesehatan. Untuk menular, saya tidak yakin, di situs web alomedika.com, kemungkinan masih menular. Biasanya setelah sebulan terinveksi, baru tidak menular.

Semoga tidak terjadi apa-apa kepada orang di sekitar saya.

Salam sehat.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *