Finally Come

Hari yang tidak diinginkan akhirnya datang juga, hari yang semua umat di dunia ini menghindarinya. Hari itu adalah hari Kamis tanggal 28 Januari 2020, hari di mana saya dinyatakan positif Covid-19 yang sudah saya duga semenjak saya sakit beberapa hari.

Dimulai pada hari Senin 26 Januari, kondisi tubuh saya memang sudah tidak enak, keesokannya 27 Januari, benar saja, saya jatuh sakit, demam yang lumayan tinggi dan pusing sekali. Saya kira, ini hanyalah demam biasa, saya langsung sigap ke dokter untuk konsultasi, dokter menyatakan bahwa saya radang.

Selama dua hari, saya melakukan penyembuhan total, meminum semua obat secara rutin, dan mengkonsumsi semua yang sekiranya dapat membantu sembuh. Esoknya, saya pulih 70%.

Namun, ada hal yang aneh, indera penciuman dan perasa saya tidak berfungsi dengan. Saya coba menghirup banyak bebauan, dan mencoba mengecap beberapa makanan, rasanya sama, hambar, pahit, tidak berbau. Lalu, jantung saya berdegup agak kencang, apakah benar saya…? Ah tidak, mungkin hanya anosmia biasa pikir saya.

Siangnya, saya sedang mengobrol seperti biasa dengan pacar saya melalui WhatsApp, ia khawatir dengan kondisi indera saya kemudian menyuruh saya untuk tes usap (Swab) sekarang juga. Saya pikir, hal ini juga perlu dilakukan mengingat salah satu ciri dari orang yang terpapar Sars-Cov-2 adalah kehilangan indera penciuman dan perasanya.

Lalu saya bilang kepada orang tua saya bahwa saya ingin melakukan tes Swab, mereka mengiakan. Lalu saya berangkat bersama teman saya, ke klinik terdekat yang bisa melakukan tes Swab atau Rapid antigen.

Di jalan saya berdoa, semoga dugaan saya salah, dan saya baik-baik saja. Namun kenyataan berbalik dari harapan, setelah dites, saya dinyatakan positif Covid-19. Saya tersenyum, suasana hati saya campur aduk, tanpa rasa senang sama sekali. Pusing, menyesal, bersalah, bingung, panik, namun senyum yang saya lakukan, menerima keadaan dan memikirkan agar saya tidak menularkannya kepada orang lain.

Percuma saya bilang, saya sudah taat protokol, walau kadang memang sedikit bandel, tapi ini lah hasilnya, saya terima. Mungkin ini sebuah teguran dari Tuhan agar saya menjadi lebih baik lagi, mungkin ini adalah buah dari kesalahan yang pernah saya lakukan, mungkin.. ini adalah pembuktian dari pikiran saya yang selama ini salah.

Sekarang, saya ada di daftar 1 juta orang Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19. Daftar yang bisa dikatakan sedikit dibanding dengan banyaknya penduduk Indonesia. Namun, saya adalah bagian dari mereka. Saya tidak berusaha untuk mencari orang atau hal untuk disalahkan, ini murni kesalahan saya, selama ini saya lumayan sering keluar rumah untuk nongkrong, seminggu sekali.

Sekarang, kembali lagi di rumah saja, melakukan karantina mandiri, mencuci pakaian dan piring bekas makan sendiri, menyemprotkan disinvektan sehabis menyentuh barang apapun yang ada di rumah.

Saya tidak kawatir akan diri saya, namun orang di rumah, kedua orang tua saya. Papah yang juga dari kemarin sedang tidak enak badan, namun ia beda cerita, ia sakit lambung, bukan yang lainnya. Mamah yang setiap hari membelikan makan dan kebutuhan saya. Saya ingat betul, saat sakit sebelum saya dinyatakan positif Covid-19, beliau lah yang menemani saya tidur dan memegang tangan saya dengan erat.

Sedih rasanya bahwa saya tahu, saya malah membawa virus ini masuk ke dalam rumah. Maaf, Mah, Pah.

Jika ditanya keadaan, saya baik-baik saja, di saat tulisan ini ditulis, saya sudah pulih 99%, kadang masih batuk, namun indera saya tak kunjung pulih. Pulih, hanya sedikit, sekitar 30%. Sudah dapat merasakan sedikit makanan enak. Terakhir, saya beli corndog, ini juga efek nonton drakor Startup. Rasanya tidak seenak seperti masih sehat, namun saya tetap telan dan menikmatinya seperti orang sehat. Saya memang sehat, dan tidak mau dikatakan sakit.

Karena memang seperti itu kenyataannya. Semoga saya tidak membebani orang-orang di sekitar saya, terutama yang terdekat, Mamah, Papah, Hilda. Entah itu beban pikiran atau apapun, maafkan saya.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *