Flash Back: Mom

“Aku ga suka di sini! Ini bukan tempat aku! Aku mau pulang, Ayah!!!”

Dengan geramnya aku ingin cepat-cepat pulang ke Jakarta.

“Sayang nak, tiketnya kalo direfund ada biaya tambahan, 2 hari lagi juga pulang. Sabar yah nak..” saut ayahku dengan nada yang selalu memanjakan aku.

“Tempat ini membuatku tidak nyaman ayah!!! aku ingin pulang!!!”

Pada akhirnya, kami menuju ke kota Pinang untuk pulang esok pagi.

Ga nyangka ternyata bahasa gue sebaku itu waktu kecil, Haha. — Ya, begitudeh ogahnya gue ke kampung gue sendiri apalagi tanpa ibu gue.

Saat itu gue memang ke kampung tidak bersama ibu gue. Rasanya sedih dan kesel baaaaaanget. Bener2 merasa kehilangan sosok ibu selama beberapa hari.

Tiap malam selalu menangis merindukan sentuhan dan suara ibu, tapi saat itu hanya bisa telfonan saja dengan menggunakan ponsel milik Ka Amy.

“Sudahlah tidur kau, ibu kau juga sudah tidur jam segini”, sautnya agar aku bisa tenang dan pada akhirnya ga tenang juga.

Ga lama kemudian…. auuuu.. auuuuuuu. Njir suara apa itu gue seketika ilang rasa ga tenangnya tapi malah nimbul rasa tegang dan takut.

“Kan, kau si tak tidur-tidur. Ada serigala kalau ada manusia yang belum tidur. Kau mau dimakan, ha?” Yaaa, pada akhirnya gue mau gamau tidur karena mau aja diboongin sama yang lebih tua.

Pelajaran dari kejadian tersebut gue sadar bahwa betapa polosnya diri gue dan gue sadar bahwa selembut-lembutnya seorang ayah ke anak perempuan akan kalah dengan seorang ibu yang galak.

Ntah batin atau apa karena ibu yang telah bertaruh nyawa demi gue.

Good night, mom.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *