Flash Back

Oi cino!

Begitu deh panggilan kakak2 sepupu saat gue ketemu mereka. Ga terasa ternyata udah pada tua. Hm.

Sewaktu kecil, kami setahun sekali berkumpul dalam rangka merayakan idul fitri di kota kecil kami, Tanjung Pinang.

Kami menghabiskan edisi lebaran dalam waktu yang cukup panjang. Ntah itu solat id, jiarah, ke pantai, ke gunung, makan duren, haha anyelse. Saking serunya, jari gue ada kali lebih dari 100x kejepit pintu mobil. Loh, Ko ga nyambung? Skip, deh.

Sebagai anak kecil yang gatau apa2, gue selalu merasa ogah buat ke Tanjung Pinang. Loh, kenapa? Gue ribut mulu sama nenek gue. Gadeng. Gue gatau juga apa alasannya tapi semenjak gue remaja meranjak dewasa gue ketagihan untuk pergi ke kota nan surga itu.

Posisi gue di keluarga ini sebagai bungsu. Jelas gue emosian, irian, keselan, dan manja. Tapi untungnya kakak2 gue selalu hangatin gue kecuali abang gue yang medok satu itu.

Seru rasanya bila mengenang masa lalu. Sayangnya, sekarang udah ada 4 yang nikah dan ini last wedding di Palembang. Mungkin gue ga akan ke kota ini lagi. See yaa 🏙

Disponsori oleh Batik air
Tapi boong.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *