Literasi dan Minat Baca

Dalam kegiatan berbahasa, ada empat keterampilan yang perlu dimiliki seseorang agar dapat berbahasa, antara lain mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat hal tersebut tidak langsung bisa dikuasai, melainkan melalui 4 tahap. Pertama kali bayi dilahirkan, bayi melakukan kegiatan mendengarkan, berlanjut ke berbicara, membaca, dan menulis.

Keempat hal tersebut sangat berkaitan dengan kualitas dan tingkat budaya masyarakat. Kebanyakan orang sekarang, dapat tidur-tiduran dan duduk sepanjang hari untuk menonton video yang menghibur diri, tetapi tidak dalam hal membaca.

Fungsi, Manfaat, dan Tujuan Membaca

Orang membaca tentunya ingin mendapatkan sesuatu dari hal yang dibacanya, karena membaca punya fungsi, manfaat, serta tujuan. Secara umum membaca mempunyai fungsi untuk menyerap informasi dari bacaan yang dibaca. Bacaan yang baik akan memberikan manfaat yang baik pula, memberikan pengetahuan sekaligus pencerahan bagi pembacanya.

Setiap hari setiap saat orang selalu membaca, entah itu membaca teks pada iklan, status orang di media sosial atau bacaan ringan lainnya. Namun, bukan kegiatan membaca seperti itu yang dimaksud, melaikan membaca suatu teks dengan tujuan menggali manfaat dari teks yang dibaca tersebut.

Membaca itu menambah pengetahuan, gratis, dan bisa dilakukan oleh siapapun. Bidang ilmu itu cakupannya luas, semakin banyak orang membaca, semakin orang itu mengetahui bahwa masih banyak yang tidak diketahui.

Meningkatkanya minat baca juga akan meningkatkan SDM atau indeks kualitas hidup. Guru dan pustakawan merupakan ujung tombak dalam hal meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan dan sumber bacaan lain bukan hanya konsumsi pelajar dan mahasiswa. Tapi juga jangan salahkan guru dan pustakawan jika minat baca masyarakat kita kurang.

Mulai bercermin dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, apa yang sudah kalian dan mereka lakukan untuk memajukan literasi di Indonesia?

Penyebab Rendahnya Minat Baca

Tradisi membaca bukanlah tradisi yang diturunkan oleh NENEK MOYANG kepada generasi sekarang. Masyarakat Indonesia punya banyak sejarah mengenai membaca, mulai dari masyarakat Jawa yang memang sudah sering disuguhkan tontonan wayang, hingga munculnya televisi.

Mengutip dari beberapa situs di Internet, ada setidaknya 5 hal yang menyebabkan kurangnya minat baca, pastinya pada saat ini yaa. Yaitu, lingkungan sekitar, apapun serba instant, gawai, game online dan media sosial, dan diri sendiri.

Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan. Bukan hanya mempengaruhi minat baca seseorang, namun banyak dampak psikologi lainnya yang dipengaruhi hal ini. Jika lingkungan keluarga dan pertemananmu saja tidak gemar membacca, maka kita akan cenderung mengikuti arus tersebut.

Apapun Serba Instant

Ngerasain gak sih, kalo dulu kita ngerjain PR yang dikasih guru itu harus ngebolak-balik buku pelajaran untuk dapetin jawabannya. Bayangkan sekarang, untuk menemukan jawaban kita tinggal cari di Internet, Google dan teman-temannya akan menyediakan beribu jawaban, kita tinggal salin jawaban tersebut mentah-mentah.

Gawai

Mungkin bagi beberapa orang, terutama yang ehem jarang membaca akan asing dengan kata gawai. Gawai adalah kata lain dan lebih manusiawi dari Gadget. Sudah tidak perlu dijelaskan lagi poin ini, yang jelas masyarakat sekarang lebih suka mengonsumsi gawai beserta aplikasi yang ada di dalamnya dibandingkan buku fisik.

Game Online

Masih berkaitan dengan poin di atas, game online punya peran besar dalam mempengaruhi minat baca. Walaupun game juga mempunyai dampak positif, tapi kembali lagi ke diri kita masing-masing, apa tujuan kita bermain game.

Diri Sendiri

Nah, ini yang terpenting, keempat faktor di atas itu tidak akan menjadi masalah jika diri kita punya keinginan membaca yang kuat. Jika lingkungan sekitar menyarakankan kita untuk membaca, apapun yang serba instant kita hiraukan, gawai dan game online jarang kita buka, tapi kalau diri sendiri malas membaca, mau diapain?

Jadi sebelum menyalahkan faktor eksternal, periksalah diri sendiri dulu, apakah kita mempunyai keinginan membaca atau tidak. Gua harap kalian tercurahkan hatinya setelah membaca tulisan ini.

Referensi
Darmono. 2001. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Grasindo.
Penyebab Kurangnya Minat Baca – Gramedia.com

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *