Sama seperti hal-hal musiman lainnya, ternyata masa-masa JKT48 ini pudar juga. Tidak sepenuhnya pudar, tapi mulai berguguran para fanatiknya. Termasuk diri saya. Setelah memasuki kelas 2 SMP, saya mulai bergaul dengan anak-anak yang yaa bisa dibilang nakal pada saat itu.

Saya belajar merokok, mengecilkan celana sekolah hingga terlihat ketat. Kalau kata teman saya saat itu, “sampai pantatnya nyeplak”. Nongkrong sepulang sekolah, dan bahkan pernah ikut tawuran, haduh. Nah makanya, karena lebih sering di luar rumah dan bersosial, saya jadi tidak punya waktu untuk halu JKT48. Lagian, bisa-bisa jadi bahan rundungan kalau lagi nongkrong terus tidak sengaja terputar lagu JKT48.

Oiya, kebiasaan main warnet juga sudah saya tinggali. Karena saat kenaikan kelas, saya dibelikan laptop oleh orang tua. Laptop tua yang sekarang sudah dimusiumkan, ACER ONE-14, yang kala itu menggunakan Windows 8.1 dan lumayan kencang di zamannya. Namun sekarang laptop itu sudah tidak layak pakai, ya bisa sih dipakai ngetik di word, tapi panas dan lemotnya setengah mati.

Nah, karena dua alasan itu lah, saya mulai meninggalkan JKT48. Dan pada saat itu juga, saya makin leluasa nakalnya. Sudah lah nakal di dunia nyata, nakal juga di internet. Sampai-sampai, saya mendapat julukan hacker, hingga saat ini.

Lalu sampai naik kelas 3, saya masih belum kembali ke JKT48. Namun perlahan-lahan saya memulai lagi untuk menjadi Wota. Karena, pada saat kelas 3 SMP, saya berubah drastis benar-benar drastis 180 derajat. Dari yang tadinya kelas 2 saya begajulan, sering pulang malam, penampilan seram, di kelas 3 ini saya ingin mulai fokus belajar dan membangun masa depan. Saya mulai membaca buku, menyeleksi teman-teman yang toxic dan meninggalkan semua hal yang bisa menghancurkan masa depan lainnya.

Hingga, pada saat itu, saya menjadi pendiam dan pemalu. Hanya punya segelintir teman main, bahkan hanya 2 orang. Itu teman main ya, kalau teman biasa banyak, apalagi dulu saya lumayan “terlihat” di SMP. Saya mulai merencanakan dan berangan-angan menjadi YouTuber pada saat itu. Yang mana angan-angan itu belum tercapai hingga saat ini.

Balik lagi ke JKT48, akhirnya saya kembali menjadi Wota, namun tidak seantusias dulu. Setiap ke Indomaret atau Alfamart, pasti membeli Pocky untuk bisa mendapatkan sticker member JKT48 untuk saya koleksi dan tempel di laptop. Waktu itu sticker yang paling langka adalah member-member yang malah terkenal seperti Melodi dan Nabilah.

Karena oshi saya adalah Nabilah, saya terus menerus membeli Pocky untuk bisa mendapatkan sticker dirinya. Dan hingga Pocky sudah tidak bekerjasama lagi dengan JKT48, saya tak kunjung mendapatkan sticker dirinya, huhuhu.

(Visited 56 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *