Merebus Katak – Keluar dari Lingkaran Buruk

Beberapa hari yang lalu, saat gua lagi scroll beranda Facebook. Ada salah teman gua di Facebook membagikan sebuah tangkapan layar utas Twitter. Utas itu berisi tentang percobobaan merebus seekor katak. Nih gua sematkan utas twitternya.

Boiling Frog Syndrom

Letakkan seekor katak di dalam panci berisi air. Lalu rebus air beserta katak tersebut. Seiring waktu, si katak akan menyesuaikan dirinya dengan tempratur air. Makin lama air makin panas, si katak tetap menyesuaikan dirinya dengan tempratur air.

Lama kelamaan, air akan mendidih dan si katak sudah tidak mampu lagi menyesuaikan dirinya dengan tempratur air. Karena sudah tidak dapat menyesuaikan diri, si katak memutuskan untuk keluar. Namun, sudah tidak bisa. Ia kehabisan tenaganya karena terus-terusan menyesuaikan dirinya. Dan akhirnya katak itu mati.

Pasti kalian berpikir bahwa orang yang melakukan percobaan ini jahat dan bersalah. Gua juga sempet berpikir seperti itu. Tapi yang salah itu sebenarnya si katak. Ia tidak dapat memilih kapan waktu terbaik untuk melompat. Ketika sudah kehabisan tenaga, ia baru memutuskan untuk keluar dari panci tersebut.

Lingkungan Beracun (Toxic)

Sama halnya seperti manusia. Ketika kita dipertemukan lingkungan, pertemanan yang toxic. Benar, kita memang harus menyesuaikan diri kita untuk semua orang. Tapi kita harus tahu kapan waktunya untuk keluar. Kita harus dapat mengambil keputusan yang bijak dalam segala situasi.

Jika kita membiarkan orang-orang untuk memanfaatkan kita secara fisik, emosi, ekonomi dan waktu. Kita harus menentukan kapan saat yang tepat untuk melompat saat masih punya kekuatan.

Jangan sampai berakhir menjadi seekor katak pada percobaan di atas. Menghabiskan semua kekuatan yang ia miliki hanya untuk terus-terusan menyesuaikan.

Gua sudah melihat beberapa teman gua yang selamat dan tidak dari lingkaran toxic. Dan percobaan di atas adalah hal yang benar-benar menggambarkan situasi yang terjebak dan berhasil keluar dari lingkaran toxic.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *